Malang pagi ini tak
sedingin Malang dipagi hari bulan lalu. Cuaca yang mulai berubah menjadi panas
tak jua me-low battery-kan aku
untuk menempuh mata kuliah Psikologi Sosial dan Sistem Sosial Budaya.
Tak
ada sarapan pagi ini. Aku memandang rice
cooker biruku. Asapnya masih mengepul. Pagi ini aku telat memasak nasi dan
lauk. Ya sudah, pikirku. Toh ini bukan kali pertama. Selama aku menyandang
predikat anak kos, aku sudah berkali-kali menyiksa otak dan lambungku dengan
tidak sarapan. Jelas aku tahu ini merugikan.
Mata
kuliah Psikologi Sosial dengan dosen pengampu Pak Himawan sudah cukup menjadi
olahraga pagiku kali ini. Dosen yang katanya teman sebelahku pernah menjadi comicnya Stand Up Comedy UMM ini tak henti-hentinya mengocok perut. Selama
aku menjadi mahasiswi, olahraga sudah menjadi kebiasaan. Jalan dari parking area menuju kelas saja sudah
membuat butir-butir jagung keringat meluncur. Ditambah kalau lift sedang macet. Bukan butir-butir
lagi yang meluncur, tapi hujan keringat.
Jam
tanganku menunjukkan pukul 09.30. Tapi Dosen pengampu mata kuliah Sistem Sosial
Budaya belum hadir. Lama kami (aku and
the gank) menunggu di depan ruang 510. Mulai sebel, menggerutu yang
aneh-aneh. Lalu dosen yang bertampang unyu-unyu itupun masuk dan perkuliahan
dimulai. Berlalu 5 menit. Aku dan teman-teman mulai merasa canggung. Dan benar
saja, kami langsung ngacir keluar.
Segera
aku menuju KaJur (Kantor Jurusan), melihat jadwal yang terpampang disana. 602!!
Kami salah masuk ke kelas Management Produksinya semester 7. Pantas saja wajah
kami yang PALING unyu-unyu sendiri tadi :p ^^
Aku sama sekali tidak bisa
berkonsentrasi dengan mata kuliah Sistem SosBudnya Bu Vina. Bukan karena
bahasannya yang melulu menyebut tentang Madura dan konflik di Madura itu, tapi
karena kondisi kelas yang sangat tidak kondusif. Rame, kayak pasar hewan. Bayangin, 60 siswa itu satu kelas!!! Oke. Aku
harus bilang WOW!!!
Pikiranku semakin sumpek. Setelah
berbisik kepada sahabat-sahabatku tentang rencanaku dan mereka setuju, materi
yang disampaikan Bu Vina satu persatu masuk. Senang bisa have fun berempat begini. Kapan lagi, pikirku. Mbak Dita terlalu
sibuk dengan pekerjaannya. Ada waktu senggang sebelum kuliah lagi jam 4 sore
sayang banget kalau tidak digunakan untuk men-delete all sumpek.
Tujuan pertama MAKAN! Salah satu hobby dan prioritas kami berempat. Demi
memenuhi janji ulang tahunnya, kami ditraktir Mbak Dita makan di Ocean Garden Sukarno Hatta. Nih saya
kasih pic makanan yang kami pesan berikut narsisnya-->
Tujuan have fun berikutnya MATOS! Ini permintaanku sih. Sisi childishku lagi keluar soalnya. Lagi
pengen photo box!!
“Padahal kamera DSLR ada, ngapain
buang duit buat photo box. Kayak anak
kecil aja,” gerutu Mbak Dita waktu itu
“Kapan lagi kembali ke masa kecil? Kapan
lagi kita bisa jalan bareng berempat? Lagian meski pake DSLR belum tentu juga sempat
diprint kan?”
“Tinggal print doang kan? Aku edit dan printkan
deh. Malu tauk Nund, kayak anak kecil,” lanjutnya
Aku manyun. “Lupa ya, aku
yang paling muda diantara kalian. Jadi kalian harus nurutin aku,” Jurusku
keluar. Pada akhirnya semua setuju. Hahaha, maafkan aku teman-teman, aku
sayang kalian. Aku cuma pengen punya cerita, cerita yang banyaaaakkk sekali
tentang kalian.
Begitulah, aku dan 24 jam yang
notabene bersama sahabat-sahabatku yang luar biasa BAIK, luar bisa SEMPURNA
luar biasa aku sayang :))
Kuliah Sistem Politik Indonesia
berlalu. Pulang dan membersihkan diri, menulis catatan yang nggak penting ini
dan berangkat tidur.
*mimpi
indah sahabat-sahabatku, :*




Tidak ada komentar:
Posting Komentar