Sejak dari jaman buyut, nenek, kakek, moyang kita dulu,
title manusia sosial udah mendarah daging pada diri kita. Pelajaran IPS di
sekolah seakan-akan tanpa disuruh, menyebutkan dua kata sakral itu secara
berulang. Bahkan sampai tingkatan lebih tinggi. Sesadar apapun kita saat ini,
sekuat apapun berdiri sendiri, tetap aja kita masih membutuhkan bantuan orang.
Itu mutlak. Skak mat!
Bukannya mau sombong yaa, cuma
angkuh. Mhihihi. Sama aja! Memang orang sok pede sepertiku nggak akan jauh-jauh
sama yang namanya nggak jelas. Pinter tapi autis, begitu kata teman-teman
kampus. Yaa, hari ini aku merepotkan banyak orang. Banyak banget! Sejuta lebih
kalau direka-reka. Maaf. Lagi-lagi aku berlindung dalam kata-kata sakral. “maklum,
kita kan makhluk sosial ya. Pastilah harus saling membantu. Ya! Saling lho,
yeah,” kataku membela diri kala itu. Dimana perasaanku sedang bergemuruh begitu
hebatnya.
.Kenapa
demikian? ya karena tipe orang berbeda, sayang. Coba lihat aku, aku ini tipe
orang yang “egois” dalam job. No no no… Egoisku masih dalam kutip. Aku masih
mau mendengarkan, menampung saran bahkan kritik. Yang jadi masalahku adalah,
(em, bukan problem sih. Apa yaa? Apapun deh) aku bekerja tidak bisa diganggu
orang. Dalam arti, pekerjaan yang memang sudah menjadi kewajibanku, aku
selesaikan sendiri, sekuatku, sebisaku tanpa sedikitpun menoleh untuk sekedar
meminta tolong membuatkan kopi. Nah loh. Entah, saat dalam terpuruk sekalipun,
aku masih percaya bahwa aku bisa SENDIRI.
Nah
kali ini, aku di tumbangkan sama komitku sendiri. Kapok, makiku. Pekerjaan yang
menyita waktu sampai tengah hari ini, ya memang membutuhkan orang lain.
Mondar-mandir kesana…. Kemari…. Bertemu orang-orang baru, dikasih senyum manis,
menghina, sepet! Disuguhin kalimat ramah. Marah juga ada. Ditolak? Ditolak. Pernah
banget deh. Sekali lagi, tipe orang itu nggak ada yang sama. Enak. Bisa
memahami karakter orang. Kalau sama, monoton dong ya. Nggak nemu titik
asyiknya. Apalagi tadi aku sedang puasa. Luar biasa lelah, dehidrasi. Tapi itu
bukan alasan kok. Be strong!
Tapi
itulah asyiknya rubrik pollingku. :)
Aku menyenangi pekerjaanku. Mungkin buat orang,
pekerjaanku ini biasa saja. Gaji juga nggak seberapa. Tapi itulah titik
kepuasanku. Hal yang dianggap orang lain biasa itulah bagiku sungguh luar biasa.
Oke, the last but not the least. Matur sembah nuwun buat
mahasiswa UB, Politeknik Malang, Mbak Ira, Mbak Dina, Pak Satpam parkir UB yang
udah nemuin kunci motor temanku, tempat makan suhat yang uda ngijinin parkir
doang, pak bengkel isi angin, Mas Stefan, Mas Robbi, dan spesial buat Rifa. My beloved
friend yang uda ngikut capek-capek buat nyebar angket, nganter aku
keliling-keliling, nemenin aku wawancara. Makasih banget, tanpa kalian aku
butiran debu. Ciyeee :*
Inget kawan, manusia itu makhluk sosial! :)
Nurisna Kurniawati, 4 mei 2012 18:24 alhamdulillah, sudah
berbuka puasa :)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar