About Me

Foto saya
Manusia biasa◕Ilmu Komunikasi UMM'11◕photography◕write ◕strawberry◕yellow◕Book◕Luar Negeri◕music◕Reporter'Bestari Newspaper'◕‿◕Semangat Sampai Tetes Darah Terakhir◕‿◕

Selasa, 11 September 2012

GARIS KEMATIAN. Deadline?

Pernah nggak kalian merasa seperti anak jalanan yang terbuang, tidak berguna, sia-sia, terlantar? Pernah juga nggak kalian on the way naik bus kesuatu tempat yang jauh demi melakukan tugas mulia namun ditengah jalan tugas mulia itu sudah digantikan orang lain? Saya pernah, ya karena memang ini pengalaman saya yang bikin geregetan.

Sedang asyik-asyiknya nonton gosip *diluar kebiasaan*, smartphone saya berdering. Nama yang muncul dilayar membuat saya bergegas mengangkatnya. 10 menit berlalu tanpa perlawanan kata dan hanya ucapan 'Ya' berulang keluar dari mulut saya. Tergopoh-gopoh saya mematikan televisi, masuk kamar mandi dan mandi seadanya ala reporter yang dikejar deadline. Jilbab dan celana yang baru nangkring di jemuran saya ambil dan langsung pakai *hyek, diluar kebiasaan-LAGI*. Nggak pake dandan dan polesan-polesan lain saya langsung menunggu bus yang lamanya Masya Allah bikin saya gemes. Pikiran saya kemana-mana, suara ditelepon yang terdengar sangat lelah tadi mengatakan bahwa deadline data nama wisudawan terbaik harus dikirim hari ini. Sementara jarum jam ditangan saya sudah menunjukkan pukul setengah satu siang. Apa yang terjadi jika saya belum mendapatkan bis ataupun angkot secara ontime? Apa yang terjadi jika saya terlambat mengambil data yang berada di kampus 1 dan 2 tersebut? Akankah saya dikeluarkan? Atau dimarahi karena tidak profesional?

Aaaakkkk, berjuta pertanyaan tanpa jawaban mengerubuti saya. Lekas saya mengambil smartphone, mengirimkan BBM kepada rekan saya sesama reporter. 5 menit tidak ada balasan. Gemes karena tidak direplay saya telepon. Membicarakan tugas yang sebenarnya adalah tugasnya. Tapi pembicaraan itu tidak menemukan solusi, lalu bis yang sudah lama meng-PHP (pemberi harapan palsu) kepada saya itupun melegakan hati saya.

Setengah perjalanan, jam menunjukkan pukul 13.25. Sambil was-was saya berdoa agar Tata Usaha Kampus 2 dan 1 tidak segera tutup. Smartphone saya kembali berdering. Rekan. Segera saya jawab, suara parau disana mengatakan kalau DATA WISUDAWAN DAN WISUDAWATI TERBAIK SUDAH ADA DITANGANNYA!!! Saya lemas. Dan langsung pengen gulung-gulung di tekel (baca: keramik), ngerikitin kursi bus juga kalau bisa. Bahkan saya pengen mengabadikan momen ketika saya gulung-gulung dan ngerikitin kursi itu. Sayang, jiwa narsis saya mendadak ogah-ogahan keluar jadi saya cuma bisa menghela napas panjang dan bersyukur. Kegalauan saya hilang meski saya harus rela on the way Malang tanpa tujuan yang jelas!

Sampai terminal, saya kembali mencari bis yang menuju Pujon. Mengambil posisi dan menuliskan kisah ini di smartphone. Sambil mereka-reka, apa sih hikmah yang bisa saya ambil dari kejadian ini.

Saya mengangguk-angguk sendiri dalam bis. Ya, pertama, saya harus segera mandi meski liburan hehe. Saya tidak boleh tergesa-gesa dalam kondisi apapun, hilangkan jutaan pikiran buruk, harus cekatan memikirkan solusi. Apalagi yaa, ini buat rekan saya sih, patuhlah pada deadline ya kawanku sayang, biar temen satu rubrikmu ini tidak ikutan bingung karena tugas kamu yang belum selesai.

Saya sih sudah puas sekali ya bekerja di rubrik polling selama 4 bulan terakhir. Harapan saya, Semoga up grading bulan ini saya dipindah kerubrik yang lebih santai. hihihi, amiin :)))

1 komentar:

  1. gapapa. itu yang namanya asam pahit kerja dek. tetap semangat yaaaa :)
    suka deh sama tulisan yang satu ini :p
    baru tahu ternyata isna orang yang mudah panik juga. sama kayak aku :D :P

    BalasHapus